Call Center DMR UASBN 2008

Berangkat dari tanggung jawab yang telah diberikan oleh Puspendik kepada DMR menyusul digunakannya DMR UASBN sebagai software pemeriksa UASBN SD/MI tahun ajaran 2007/2008, segala usaha dilakukan demi kelancaran proses scanning di setiap daerah. Hal itu dirasa perlu mengingat waktu training yang sangat singkat, salah satunya adalah dengan adanya fasilitas “CALL CENTRE UASBN 2008”. Operator Call centre DMR UASBN ini dipilih berdasarkan jam terbang, serta pengalaman profesional mereka di DMR.

Hal tersebut sangatlah penting untuk dipertimbangkan mengingat seorang operator akan menangani beberapa propinsi yang terdiri atas puluhan kabupaten. Tanggung jawab yang dipikul sangat besar, karena hal ini menyangkut masa depan ribuan anak bangsa. Pelaksanaan UASBN ini adalah untuk yang pertama kalinya di adakan di Indonesia. Pada saat pelaksanaan UASBN 2008, tim Call Center UASBN 2008 memberikan full support kepada setiap dinas pendidikan yang memerlukan bantuan dan panduan pelaksanaan scanning. Berbagai macam masalah mulai bermunculan dari setiap daerah, terdapat perbedaan antara teori yang dijelaskan pada saat training dengan proses pelaksanaan di tiap masing-masing daerah. Faktor penyebabnya bermacam-macam, diantaranya :

1. Banyaknya jumlah sekolah yang ada tidak sebanding dengan kuantitas alat dan teknologi yang diberikan

2. Transparansi informasi serta ketegasan dari panitia pelaksana.

3. Kesiapan operator dalam proses pemeriksaan untuk volume ribuan hingga ratusan ribu

4. Faktor tak terduga Beberapa faktor tersebut menjadi tantangan sulit bagi Tim Call Centre UASBN untuk diselesaikan.

Lonjakan lalu lintas telekomunikasi ternyata tidak hanya terjadi pada saat hari raya saja tetapi ternyata dirasakan juga pada saat proses scanning dilakukan. Komunikasi yang baik via telpon juga turut mendukung kelancaran UASBN. Website UASBN.DIGITALMARKREADER.NET-pun dibanjiri pengunjung. “Nothing is imposible” pepatah itu ternyata benar adanya, terbukti dari sekian banyak masalah yang muncul ternyata dapat teratasi, dukungan dari semua pihak menjadi salah satu kunci pemecah permasalahan. Bapak Iping Supriana, Direktur Utama CODENA, Inventor dan Prinsipal DMR berkata “Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya, semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya, kalau satu masalah tidak ada jalan keluarnya artinya itu jalan keluarnya”. Setelah melalui masa masa kritis pemeriksaan UASBN, akhirnya pada akhir Juni lalu hasil nilai UASBN diumumkan, dan ternyata nilai para penerus bangsa kita bagus bagus kok!

Terus dukung dan support DMR sebagai software Mark Reader pelopor di Asia Tenggara yang senantiasa akan selalu siap untuk memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan di Nusantara tercinta ini. (RAN)

2 Responses to “Call Center DMR UASBN 2008”

  1. Oksa says:

    Pa, kalo jawaban anak kotor atw ad yg lcet di salah satu nomor apakah nomor lain masih bisa terbaca oleh scanning

  2. ricky says:

    @ Oksa : tentu saja bisa dengan teknologi DMR semua permasalahan seperti LJK sobek, terlipat, terbalik, masih tetap bisa dibaca.

Leave a Reply