OMR

Tahun 1932 Reynold B. Johnson, seorang guru SMA di Michigan, Amerika Serikat membuat sebuah mesin pemeriksa ujian yang dapat membaca bulatan hitam pensil tertentu pada form lembar jawab tertentu. Pada Tahun 1934, ia direkrut oleh perusahaan IBM lalu menghasilkan Mesin Pemeriksa Ujian IBM 805 pada tahun 1938. ecepatan pemeriksaan ujian dengan IBM 805 bergantung pada kegesitan operator dalam memasukkan lembar jawab dan pencatatan nilai yang ditampilkan mesin, berkisar antara 800 -1.000 lembar per jam. Operator cukup menjatuhkan lembar jawab ke lubang pada mesin, lalu menekan tombol dan tuas yang tersedia. Mesin yang tidak memerlukan komputer ini telah berhenti dipasarkan sejak 1963. OMR mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1990-an.

Di tahun itu, Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional alias Ebtanas di SMP dan SMA mulai memakai sistem ini. Mengingat lembar jawabannya kertas A4 yang bertekstur tebal dan agak kaku, maka tidak boleh lecek, terlipat, apalagi basah. Tangan yang memegangnya pun harus tetap kering dari keringat. Ada dua merk scanner OMR yang terkenal di Indonesia, yaitu OpScan & Scantron. Kecepatannya beragam dimulai dari 3.000 s/d 10.000 lembar per jam.

Berikut adalah feature yang disajikan oleh OMR:

1. Kertas form harus di atas 80 gsm,
2. Diperlukan cetakan dua warna berpresisi sangat tinggi pada perbanyakan form.
3. Diperlukan campur tangan a untuk merancang setiap 1 jenis form.
4. Alat tulis untuk pengisian form-nya harus pensil 2B. Penggunaan pensil lain dapat berakibat fatal.
5. Kecepatan tertinggi sulit dicapai karena scanning terhenti bila isian peserta tak valid.
6. Verifikasi data sulit dilakukan karena perlu pencarian kertas/form secara fisik.
7. Harga scannernya lumayan mahal bagi perusahaan kecil dengan kemampuan finansialnya kecil.
Jika dipandang dari segi investasi, dan operasional teknologi OMR dapat dikatakan mahal, serta penggunaannya menjadi kurang relevan di zaman serba digital ini. Dapat disimpulkan, masa kejayaan OMR telah berakhir seperti halnya mesin tik yang keberadaannya kini tergantikan oleh komputer dan laptop.

Di dunia internasional, pengolahan form OMR dengan scanner dokumen pertama kali diperkenalkan tahun 1997, namun kini telah hadir satu produk Anak Bangsa yang siap untuk menggantikan peranan OMR dalam bidang pemeriksaan Lembar Jawaban Komputer dan bahkan bukan hanya ujian saja yang dapat diperiksa melainkan juga TOEFL, Questionnaire, dan entry data. Hal ini menyebakan maraknya penggunaan scanner dokumen untuk mengolah form Lembar Jawab Komputer (LJK) setelah Digital Mark Reader (DMR) diluncurkan ke publik pada tahun 2004. (RAN)

Leave a Reply