SERUPA TAPI TAK SAMA, PERCAYA NGGAK PERCAYA

Kemajuan teknologi semakin hari semakin maju, begitu juga dengan OMR dan DMR. Yang menarik kemajuan fitur-fitur pada OMR dan DMR, jika OMR sudah mampu membaca isian berupa lubang-lubang pada kertas (punched) dan tinta ballpoint warna hitam atau biru, DMR lebih hebat lagi, DMR mampu membaca LJK bolak-balik atau LJK yang lebih dari satu halaman, satu warna, kusut, kotor, terlipat, bahkan LJK sobek sekalipun, bisa juga dikatakan DMR jagonya LJK.

Dari segi ekonomi, harga OMR makin turun, begitu juga dengan DMR, sehingga tak heran kalau beberapa sekolah dan bimbingan belajar pun mampu untuk membeli.

Tentu saja fasilitas ini makin mempermudah proses ujian dan ujicoba ujian di masing-masing institusi tersebut. Tapi arti murah disini untuk OMR mungkin hanya bisa dicapai oleh sekolah dan bimbingan belajar yang mempunyai kemampuan financial lebih, karena harga OMR yang beredar sekarang dan masuk kategori “murah” masih berlabel sekitar Rp. 30 juta-an, bandingkan dengan DMR, yang dengan harga sama tapi sudah mendapatkan Software Full Version dan Scanner yang mempunyai kecepatan scanning 2400 lembar/jam. Paket DMR yang paling murah dimulai dari harga Rp. 7 Juta-an. SERUPA TAPI TAK SAMA.

Bukan hanya itu, ada satu perbedaan lagi yang paling signifikan antara DMR dan OMR, sekarang ini DMR dapat membaca form OMR.. Ya, itulah teknologi.. PERCAYA NGGAK PERCAYA. (Saputra)

Leave a Reply