UJIAN PARA BANKIR

Badan Sertifikasi Manajemen Risiko adalah sebuah Lembaga Sertifikasi Profesi yang independen dan terdaftar pada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tugas utama dari BSMR adalah menyelenggarakan Ujian Sertifikasi untuk para pengurus dan pejabat Bank Umum. BSMR bekerjasama dengan GARP-London telah mengadakan ujian sertifikasi sejak Desember 2005 dan dilaksanakan secara kontinyu setiap 2 bulan.

Bank Indonesia menetapkan bahwa seluruh pengurus dan pejabat bank umum di Indonesia harus memenuhi sertifikasi ini selambat-lambatnya tahun 2010. Badan Sertifikasi Manajemen Resiko (BSMR) telah mensertifikasi 28.966 bankir dalam tiga tahun sejak pertama kali berdiri pada 2005. Bankir-bankir sebanyak itu lulus ujian manajemen resiko yang diselenggarakan BSMR sebanyak 16 kali.

Tapi tahukah anda bahwa ujian sertifikasi BSMR yang telah mensertifikasi ribuan bankir itu menggunakan Digital Mark Reader (DMR). Sekali lagi DMR telah menjadi primadona dalam pelaksanaan ujian. Faktor kecepatan dan tingkat keakuratan pembacaan LJK yang tinggi membuat BSMR menjatuhkan pilihan nya pada DMR untuk memproses LJK peserta ujian. BSMR menggunakan DMR sejak pelaksanaan ujian yang pertama atau sekitar tahun 2005 sampai ujian yang sekarang akan digelar pada bulan Agustus 2008.

Scanner yang digunakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) adalah scanner MIRU (www.rumahscanner.com) dengan type MDS-2500 CV 120s , kecepatan scanner ini mencapai 6000 lembar/jam. Maka tidak heran jika hasil ujian BSMR dapat langsung di umumkan, satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah pada pemeriksaan ujian di BSMR, proses pemeriksaan dilakukan dihadapan para pejabat, dan hasilnya langsung diumumkan, sehingga nilai yang diperoleh peserta murni tanpa intervensi dari pihak mana pun. Dengan kata lain ini adalah salah satu bukti dimana DMR dapat diandalkan untuk memproses data yang dibutuhkan secara cepat dan tepat. (Saputra)

One Response to “UJIAN PARA BANKIR”

  1. DMR, Alat Periksa Ujian Untuk Segala Jenis Form « Dedengkot DMR #2 says:

    […] di Indonesia menjatuhkan pilihan kepada DMR sebagai sistem pemeriksa ujian. Demikian pula dengan ujian para bankir di Badan Sertifikasi Manajemen Resiko (BSMR). Tidak ketinggalan, DMR juga digunakan pada seleksi […]

Leave a Reply