Tinggalkan Metode Kuno!

Memeriksa ujian dengan menggunakan kertas berlubang nampaknya masih menjadi pilihan utama bagi beberapa sekolah, dengan harapan atau alasan agar guru-guru bisa mendapatkan honor pemeriksaan. Pemeriksaan dengan metode kuno ini begitu sulit untuk dialihkan meskipun kemajuan teknologi pendidikan terus berkembang. Maklum tak ada guru yang rela kehilangan sumber penghasilan sampingannya itu. Bisa kita bayangkan jika budaya seperti ini masih terus bertahan, sementara tuntutan kemajuan pendidikan sudah tak mungkin lagi untuk dielakan. Akan menjadi seperti apa generasi bangsa ini selanjutnya, di satu sisi mereka mendapatkan tuntutan zaman yang begitu keras namun di sisi lain mereka tidak mendapatkan perbekalan ilmu yang sesuai akibat kualitas pendidikan yang rendah. Haruskah mereka jadi korban? Agaknya begitu kejam jika hanya demi mengejar sejumlah rupiah namun anak didik menjadi korban.

Ini adalah sebuah permasalahan pelik yang perlu diperhatikan oleh kita yang peduli terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Dan perlu untuk segera dicari jalan penyelesaiannya dengan asumsi guru tidak dirugikan namun kualitas pendidikan bisa ditingkatkan. Pemerintah pun dalam hal ini selayaknya juga punya andil yang besar guna penyelesaiannya dan itu diwujudkan dengan memperhatikan kesejahteraan guru terkait gaji dan tunjangan mereka. Karena pastinya jika hal tersebut dapat terpenuhi, rasanya guru pun tak akan berat hati untuk kehilangan beberapa sumber penghasilan tambahannya demi tercapainya mutu pendidikan yang diharapkan. Bukan begitu?

Kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan saat ini hendaknya menjadi sebuah harapan baru yang patut untuk di dukung penuh oleh semua elemen. Dimulai dari jajaran pengajar hingga pejabat-pejabat di pemerintahan. Karena dengan kehadirannya tentu diharapkan kualitas pendidikan dapat ditingkatkan. Sehingga pembentukan generasi bangsa yang mampu bersaing di dunia internasional tidak mustahil untuk diwujudkan.

Kini pastinya di hati Anda menggantung sebuah pertanyaan besar, lalu teknologi apa yang dapat membantu untuk mewujudkan harapan itu? Sederhana saja untuk menjawabnya, salah satunya adalah dengan menerapkan sebuah teknologi untuk menggantikan metode kuno tersebut. Mengapa? Sebab dengan dialihkannya waktu guru dari memeriksa menjadi membuat soal tentunya akan membawa perubahan besar. Coba bayangkan dengan metode kuno itu seorang guru harus menghabiskan waktu yang banyak untuk memeriksa hasil ujian anak didiknya, jika waktu yang terbuang tersebut digunakan untuk membuat soal pastinya akan tercipta soal-soal yang berkualitas. Dan sebagai dampak akhir peserta didik tentunya akan mengenyam pendidikan yang layak. Setuju?

Digital Mark Reader (DMR) merupakan teknologi yang tepat untuk pilihan Anda. DMR menghadirkan teknologi dan fitur-fitur yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia pendidikan di Indonesia serta selalu dikembangkan seiring kemajuan dalam dunia pendidikan. Jika kini agenda utama telah Anda rumuskan dan peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah awal, maka saatnya bagi Anda untuk segera menerapkan teknologi DMR sebagai pengganti metode kuno tersebut. MARI KITA TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA
Info lengkap DMR silakan kunjungi web resminya www.digitalmarkreader.com. (Alip)

Leave a Reply